Menggenjot Bisnis Indonesia – Kanada

_MG_2342   _MG_2426   _MG_2482   _MG_2402   _MG_2350   _MG_2385    _MG_2326   _MG_2554‘’Dunia usaha Kanada harus segera memanfaatkan proses transformasi perekonomian di Indonesia. Jangan sampai pengusaha Kanada melepaskan kesempatan emas ini lewat begitu saja,’’ kata Duta Besar Indonesia untuk Kanada Dr. Teuku Faizasyah di Vancouver, Kanada Kamis 18 November 2015.

Pesan itu disampaikan Dubes Faizasyah ketika membuka ‘’Business Forum’’ yang diselenggarakan oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Vancouver dan Kementerian Perdagangan Internasional Pemerintah Provinsi British Columbia.

Business Forum dihadiri oleh lebih dari 75 pengusaha Kanada dari berbagai sektor (industri, infrastruktur, energi, dan pertanian). Hadir pula sekitar 35 delegasi dari Indonesia yang terdiri dari pengusaha, Pemda Sumatera Utara, Pangkal Pinang Free Trade Zone, dan Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Barat Kementerian ESDM.

Vancouver adalah kota cantik di tepi lautan Pasifik dengan penduduk hampir 3 juta orang.  Kota ini menjadi ‘’pintu masuk’’ sebagian besar lalu lintas orang dan barang dari Asia ke Kanada. Pelabuhan Metro Vancouver merupakan pelabuhan laut terbesar ketiga di Amerika Utara, yang menampung tidak kurang dari 2,8 juta konteiner (135 Metric Revenue Tons) per tahun.

Ekspor Indonesia ke provinsi British Colombia tiap tahun selalu mengalami peningkatan, hingga mencapai US$ 248 juta (2014), yang didominasi oleh produk karet dan tekstil. Barang impor dari Indonesia sebagian besar dipasarkan pula ke provinsi lain di Kanada, hingga menyeberang perbatasan ke pasar Amerika Serikat.

Konsul Jenderal Indonesia di Vancouver Sri Wiludjeng menyatakan akan ngotot agar angka ekspor Indonesia tersebut terus meningkat. ‘’Kami akan bekerja keras untuk memasarkan produk Indonesia dan meningkatkan penetrasi produk Indonesia ke BC. Selain itu, pendekatan yang intensif juga akan dilakukan secara terus menerus kepada para calon investor potensial di sini,’’ kata Konjen Wiludjeng. Langkah KJRI Vancouver ini menimbang bahwa BC adalah markas dari banyak perusahaan dan investor besar di sektor infrastruktur, transportasi dan energi terbarukan.

Business Forum juga diramaikan dengan 8 booth yang memamerkan beberapa produk Indonesia (besi beton, karpet karet, kopi luwak, plywood, home décor, batik/lurik,  dan makanan) dan paket wisata.

Setelah presentasi dari para pejabat dan pengusaha kedua negara, Business Forum dilanjutkan dengan pertemuan Business to Business yang dibagi dalam 5 sektor (Investment and Infrastructure, Transportation and Tourism, Energy, Trade, dan Finance). Secara paralel acara B to B mempertemukan langsung para pengusaha dan pejabat kedua negara untuk langsung berdiskusi mengenai peluang usaha yang dapat dimanfaatkan. ‘’Ini adalah kesempatan bagus pengusaha kedua negara kedua negara untuk langsung membuka kerja sama,’’ kata Carmelita Tapia, pengusaha Vancouver yang juga menjadi Presiden dari South East Asia Canada Business Council.

Dubes Faizasyah memandang acara Business Forum ini sebagai bagian dari upaya untuk memperluas (widen) dan memperdalam (deepen) hubungan kedua negara. ‘’Meningkatnya hubungan bisnis akan menjadi faktor esensial bagi peningkatan hubungan kemitraan di antara Indonesia dan Kanada,’’ ujar Dubes Faizasyah.

KBRI Ottawa/KJRI Vancouver

You may also like...