Pernyataan Pers Tahunan Menlu RI 2016

Pernyataan Pers Tahunan Menlu RI 2016
Bapak dan Ibu yang saya hormati,
Tahun 2015 baru saja berlalu.
Satu tahun, dimana berbagai tantangan harus dihadapi dunia.
Konflik masih melanda berbagai negara. Perdamaian dan stabilitas masih belum bisa terwujud di Timur Tengah. Hasil perjuangan bangsa Palestina masih jauh dari sempurna. Dan persaingan kepentingan negara-negara besar menajam dan melebar ke berbagai kawasan.
Pada saat yang sama, dunia juga dihadapkan pada berbagai tantangan non-tradisional yang sangat mengkhawatirkan.
Ekstremisme, radikalisme dan terorisme menjadi ancaman bersama. Bom Paris adalah contoh tidak adanya negara yang bebas dari ancaman ini. Foreign terrorist fighters yang bergabung ke ISIS jumlahnya semakin bertambah dari berbagai negara. Bencana alam dan dampak perubahan iklim meruntuhkan kemajuan pembangunan yang telah dicapai banyak negara. Transnational organized crimes seperti penyelundupan manusia, perdagangan obat terlarang dan cyber crime membawa banyak kerugian materil dan nyawa bagi banyak bangsa.
Di bidang ekonomi, tahun 2015 juga ditandai dengan lambatnya pertumbuhan ekonomi dunia. Harga komoditi semakin melemah yang berdampak besar terhadap resource-based economies seperti Indonesia. Kenaikan suku bunga di AS dan perlambatan pertumbuhan di Tiongkok semakin mendorong ketidakpastian ekonomi global. Volatilitas mata uang dunia termasuk Rupiah meningkatkan ketidakstabilan ekonomi global dan tren capital outflow dari emerging markets.
Hadirin yang saya hormati,
Selalu ada harapan di tengah tantangan. Selalu ada potensi kemajuan di tengah segala kemunduran.
Hal ini juga terjadi di tahun 2015.
Selain penuh tantangan, tahun 2015 juga mencatat berbagai harapan dan kemajuan yang sangat berarti bagi dunia.
Our hope was never silenced… and we saw momentous progress in 2015.
Kesepakatan nuklir Iran… mendekatkan upaya damai dan stabilitas di teluk Persia dan dunia.
Normalisasi hubungan Amerika Serikat dan Kuba… mengakhiri perseteruan berumur lebih dari setengah abad.
Sustainable Development Goals dan Paris Agreement telah membuka harapan baru bagi pembangunan yang berkelanjutan dan keberlangsungan hidup umat manusia
Keanggotaan Palestina di UNESCO dan pengibaran bendera Palestina di Markas Besar PBB… merupakan bentuk nyata dukungan masyarakat internasional bagi Palestina yang merdeka.
“Nairobi Package” memberi harapan bagi keberlangsungan sistem perdagangan multilateral WTO yang open, fair dan equitable.
Di wilayah concentric circle utama Indonesia, satu kemajuan sejarah dicatat. ASEAN menjadi satu komunitas.
Hadirin yang saya hormati,
Itulah gambaran dunia di tahun 2015 …dimana politik luar negeri Indonesia aktif bekerja.
Tahun 2015 merupakan tahun yang sangat sibuk bagi diplomasi Indonesia.
Dalam tahun 2015, telah dilakukan lebih dari 64 pertemuan bilateral / internasional Presiden RI, 22 pertemuan Wakil Presiden, lebih dari 155 pertemuan pada tingkat Menteri Luar Negeri dan 46 Pertemuan Wakil Menteri Luar Negeri.
Lebih dari 158 perjanjian G-to-G telah disepakati oleh Indonesia dengan negara mitra.
Belum sampai 6 bulan Pemerintahan Jokowi-JK, Indonesia sudah menjadi tuan rumah KTT Asia Afrika yang menghadirkan 117 negara, lebih dari 2850 delegasi.
Pengakuan terhadap arti penting Indonesia juga dapat dilihat dari hadirnya sekitar 250 perwakilan Negara Sahabat dan Organisasi Internasional di Indonesia.
Pada tahun 2015, 4 Mitra Wicara ASEAN juga telah membuka perwakilan di Jakarta.
Banyaknya perwakilan asing di Indonesia semakin mengukuhkan Jakarta sebagai Diplomatic Capital of ASEAN.
Hadirin yang saya hormati,
Tahun lalu, Indonesia telah menetapkan 4 prioritas polugri, yaitu: 1) menjaga kedaulatan NKRI; 2) melindungi WNI/BHI di luar negeri; 3) meningkatkan diplomasi ekonomi; dan 4) meningkatkan peran Indonesia di kawasan dan dunia internasional.
Pada PPTM 2016 ini, saatnya melihat capaian dari 4 prioritas tersebut.
Tentunya, semua dilakukan dengan tetap memegang teguh prinsip politik luar negeri “Bebas Aktif” – independent and active foreign policy.
Hadirin yang saya hormati,
Kedaulatan adalah rumah yang harus dijaga. Keutuhan rumah NKRI merupakan hal yang tidak dapat ditawar. Oleh karenanya, terdapat keperluan untuk menyelesaikan batas-batas wilayah.
Penyelesaian batas wilayah memerlukan waktu dan bukan merupakan hal yang dapat diselesaikan secara singkat.
Pada tahun 2015 politik luar negeri Indonesia diarahkan pada upaya percepatan penyelesaian batas wilayah Indonesia secara damai.
Roadmap telah selesai dibuat. Dengan roadmap ini, semua perundingan diaktifkan termasuk perundingan batas wilayah yang sudah tidak dilakukan sejak tahun 2003.
Terdapat 25 pertemuan batas wilayah yang dilakukan tahun 2015, yaitu: 9 perundingan batas maritim dengan 6 Negara dan 16 perundingan batas darat dengan 3 Negara.
Guna mempercepat proses perundingan Malaysia, Indonesia dan Malaysia telah menunjuk Utusan Khusus untuk penyelesaian batas wilayah maritim kedua negara.
Dalam tahun 2015, proses ratifikasi dilakukan untuk dua perjanjian perbatasan, yaitu Perjanjian Indonesia-Filipina mengenai Delimitasi Batas Exclusive Economic Zone dan Perjanjian Indonesia-Singapura mengenai “Delimitation of the Territorial Seas in the Eastern Part of the Straits of Singapore”.
Bapak dan Ibu yang saya hormati,
Kita masuk pada capaian di prioritas kedua.
Pencapaian diplomasi Indonesia untuk prioritas kedua perlu mendapatkan catatan yang khusus.
Kinerja perlindungan WNI untuk tahun 2015 terfokus pada dua hal: 1) pembangunan sistem yang sangat diperlukan bagi kemajuan yang berkelanjutan; dan 2) memberikan respon cepat terhadap problematika yang muncul.
Beberapa upaya pembangunan sistem telah dilakukan melalui berbagai langkah antara lain:
Program sms blasts semakin memberikan kenyamanan bagi WNI yang bepergian ke luar negeri.
Pembangunan data mengenai WNI di luar negeri kini telah terintegrasi dengan BNP2TKI dan akan terintegrasi dengan data KemenkumHAM.
Pengadaan hotline 24 jam di setiap Perwakilan RI di luar negeri.
Sertifikasi ISO 9001:2008 mengenai standar dan prosedur repatriasi WNI.
Pelatihan 282 staf Kemlu di bidang identifikasi dan forensik, penanganan dan pelaporan kasus, serta penanganan situasi konflik dan bencana.
Kini dikembangkan pula Index Perlindungan WNI (IPW) untuk mengukur kinerja.
Melalui kemitraan yang baik dengan pemangku kepentingan termasuk masyarakat madani dan media, penanganan perlindungan dapat dilakukan lebih optimal. Di tahun 2015, 11.242 kasus telah ditangani dan lebih dari 62% dapat diselesaikan. Kasus yang belum terselesaikan sebagian karena kompleksitas penanganan kasus di wilayah konflik.
Evakuasi juga dilakukan terhadap 4.830 WNI dan 177 WNA dari wilayah konflik dan bencana –terdiri dari evakuasi Yaman terhadap 2.393 WNI dan 173 WNA yang merupakan evakuasi terbesar, terkompleks dan tercepat yang pernah dilakukan Pemri, evakuasi di Suriah terhadap 2214 WNI, evakuasi Libya terhadap 199 WNI, dan evakuasi Nepal terhadap 24 WNI dan 4 WNA.
Fasilitasi repatriasi yang dilakukan terhadap 94.529 WNI/TKI jauh di atas target 2015 yang ditetapkan sebanyak 50.000 WNI/TKI. Pembebasan 52 WNI dari ancaman hukuman mati diupayakan dengan sepenuhnya menghormati hukum setempat. Pembebasan 2 WNI dari penyanderaan kelompok bersenjata di PNG juga telah dilakukan. Pelatihan ketrampilan diberikan bagi 4298 TKI untuk persiapan purna tugas. Fasilitasi pendidikan telah dilakukan, termasuk akses pada Universitas Terbuka bagi 2437 WNI/TKI. Dan sekurangnya Rp. 192 miliar hak-hak WNI/TKI dapat diupayakan dari 19 negara berupa kompensasi, diyat, dan gaji yang belum dibayar.
Jika seluruh aktivitas perlindungan WNI dijumlahkan, maka jumlah WNI yang tertangani adalah 109.382 orang.
Untuk memperkuat perundingan, Indonesia juga aktif di berbagai forum internasional, antara lain mengarusutamakan isu vulnerability of domestic migrant workers sebagai korban TPPO di forum UNODC. Selain itu, telah ditandatangi MoU antara Indonesia – Uni Emirat Arab di bidang Combatting Human Trafficking.
Hadirin yang saya hormati,
Indonesia adalah salah satu dari 20 ekonomi terbesar dunia dan tergabung dalam G-20.
Indonesia adalah negara yang memiliki ekonomi terbuka. Ekonomi terbuka juga harus dibarengi dengan daya saing ekonomi.
Presiden RI dalam beberapa kesempatan menyampaikan “ekonomi Indonesia harus kompetitif”.
Untuk itu, Indonesia telah mengeluarkan 8 paket reformasi ekonomi guna menjadikan ekonomi Indonesia kompetitif.
Selama tahun 2015, mesin diplomasi ekonomi Indonesia bekerja aktif mendorong ekspor, meningkatkan investasi, dan promosi pariwisata.
Diplomasi ekonomi juga diarahkan untuk memperkuat sistem kerja sama ekonomi bilateral dan regional. Kita telah menghidupkan dan mengintensifkan pembahasan Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) dengan beberapa negara.
Selama tahun 2015 setidaknya 37 pertemuan dan perundingan Economic Partnership Agreement dilakukan, antara lain: Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA), ASEAN-Japan Comprehensive Economic Partnership (AJCEP), ASEAN-Hong Kong Free Trade Agreement (AHKFTA), ASEAN-Korea Free Trade Agreement (AKFTA), dan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP).
Diplomasi ekonomi Indonesia pada tahun 2015 juga terus memanfaatkan peluang pasar non-tradisional baik di Pasifik Selatan, Afrika, Timur Tengah, Eropa Timur maupun Amerika Selatan dan Karibia.
Perdagangan Indonesia ke beberapa pasar non-traditional pada tahun 2015 meningkat secara signifikan seperti dengan Papua Nugini meningkat kurang lebih sebesar 32 %, Palestina sebesar 266 %, Angola sebesar 57 % , El Salvador sebesar 53 %, dan Serbia sebesar 31%.
Di bidang investasi, kita mendorong berbagai upaya untuk menarik investasi asing dan mendorong investasi Indonesia di beberapa negara melalui prioritas investasi pada pembangunan infrastruktur maritim, jalan raya, energi, dan ketahanan pangan.
Badan Koordinasi Penanaman Modal juga telah mendirikan “One Stop Services” untuk mempercepat proses perizinan dan prosedur investasi.
Presiden RI juga telah menunjuk Menteri Penghubung untuk beberapa negara guna memastikan bahwa hambatan investasi dapat teratasi dengan baik.
Di bidang pariwisata, upaya meningkatkan wisatawan asing ke Indonesia dilakukan dengan memberikan fasilitas bebas visa kunjungan singkat untuk 75 negara. Pemberian visa ini akan terus dikaji sesuai kebutuhan. Penyalahgunaan bebas visa akan ditindak tegas, sebagaimana dilakukan oleh negara lain.
Dalam menjalankan diplomasi ekonomi, Kementerian Luar Negeri juga telah memperkuat infrastruktur dan membangun sistem seperti: 1) pembentukan unit diplomasi ekonomi yang diketuai langsung oleh Wakil Menteri Luar Negeri; 2) peluncuran website http://dkp.kemlu.go.id. untuk tingkatkan pemahaman terhadap kebijakan perdagangan negara lain; 3) peluncuran website https://diplomasiekonomi.kemlu.go.id/ untuk fasilitasi promosi, interaksi dan penanganan langsung inquiries; 4) peluncuran kemitraan strategis dengan Gulf Cooperation Council (GCC); dan 5) pembuatan data peraturan perdagangan investasi dari 151 negara sebagai referensi untuk pemajuan kerja sama perdagangan investasi.
Hadirin yang saya hormati,
Indonesia telah berperan nyata dalam berbagai isu kawasan dan internasional. Polugri Indonesia telah dilakukan secara aktif, responsif dan kontributif.
Secara alami, ASEAN tetap menjadi soko guru politik luar negeri Indonesia. Bersama Indonesia, ASEAN akan kuat… bersama ASEAN, Indonesia akan maju.
ASEAN memegang peran strategis dalam menjaga stabilitas keamanan serta pertumbuhan ekonomi kawasan. Dengan peran strategis ini, Indonesia terus memastikan pentingnya unity dan centrality dari ASEAN.
Selama tahun 2015 Indonesia juga terus mendorong agar manfaat ASEAN dapat dirasakan oleh rakyat dan juga ingin memastikan bahwa no one is left behind.
Indonesia telah memainkan berbagai peran penting di ASEAN. Salah satunya adalah menggagas perampingan (streamlining) pertemuan-pertemuan ASEAN dan penguatan Sekretariat ASEAN. Disamping itu, Indonesia juga merupakan penggagas kerjasama maritim dalam konteks EAS dengan menorehkan satu capaian penting melalui disepakatinya EAS Statement on Enhancing Regional Maritime Cooperation. Indonesia juga menjadi inisiator penguatan kapasitas ASEAN Institute for Peace and Reconsiliation (AIPR). Dan tidak kalah pentingnya, Indonesia terus memperjuangkan penghormatan hak-hak buruh migran dalam ASEAN.
Masih di pencapaian prioritas ke-4, diplomasi Indonesia juga ditujukan pada penguatan hubungan dengan negara-negara Pasifik Selatan. Langkah ini sejalan dengan upaya mempercepat pembangunan Indonesia bagian timur. Budaya Melanesia merupakan perekat Indonesia dengan negara-negara Pasifik.
Untuk itu, selama tahun 2015 Indonesia meningkatkan kehadirannya dan kontribusinya pada forum-forum kerjasama Pasifik Selatan. Hal ini terefleksi dari peran Indonesia menjadi associate member di MSG dan sebagai observer yang aktif berpartisipasi dalam PIF dan PIDF.
Indonesia juga memperkuat kerjasama budaya dengan menjadi tuan rumah Melanesian Cultural Festival di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Penguatan kerjasama pendidikan juga dilakukan melalui pemberian Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI) kepada 16 peserta dari 8 negara Pasifik. Indonesia telah melakukan 20 program peningkatan kapasitas kepada 249 peserta dari 11 negara Pasifik. Disamping itu, Indonesia juga telah membantu masyarakat Vanuatu dalam menghadapi Badai Pam.

Tahun 2015 juga mencatat kontribusi Indonesia paling tidak pada 9 isu internasional:
Yang pertama pada isu migrasi, Indonesia telah memberikan contoh bagaimana humanitarian response harus dilakukan. Upaya ini ditunjukkan melalui kesiapan Indonesia menerima dan menampung sementara lebih dari 1800 irregular migrants dari Bangladesh dan Myanmar (Mei 2015). Indonesia juga aktif pada High Level Event UN di bidang migrasi dan pengungsi serta berkontribusi dalam upaya meng-address root causes dengan melakukan marathon diplomacy dan menjadi tuan rumah Jakarta Declaration Roundtable Meeting on Addressing the Root Causes of Irregular Movement of Persons di Jakarta (November 2015).
Isu internasional kedua dimana Indonesia aktif berperan adalah mengenai countering extremism dan terrorism. Beberapa kegiatan yang telah dilakukan antara lain: 1) mengusulkan pembentukan OIC Contact Group on Peace and Conflict Resolution; 2) menjadi tuan rumah International Conference on Islamic Scholar IV; 3) aktif dalam Global Counter Terrorism Forum (GCTF) bersama dengan Australia dimana RI menjadi co-chair untuk isu detensi dan reintegrasi; 4) aktif pada Leader’s Summit on Countering ISIS and Violent Extermisme; dan 5) pelaksaanaan Interfaith dialogue dengan Serbia, Belanda, Jerman, dan Austria. Terkait pendanaan terorisme, Indonesia juga berhasil keluar dari public statement/black list Financial Action Task Force (FATF).
Terkait Peacekeeping Operations (PKO), Indonesia adalah salah satu penyumbang terbesar personil PKO. Hal ini menempatkan RI sebagai peringkat ke-12 terbesar dari 125 Negara dengan mengirim 2840 personil, termasuk 31 personil wanita (2015). Ini merupakan peningkatan signifikan dibanding tahun 2014 dengan 1.837 personel. Indonesia juga aktif dalam Peacekeeping Summit dan Open Debate DK-PBB dan juga menjadi tuan rumah The Asia-Pacific Regional Meeting on Peacekeeping di Jakarta (Juli 2015).
Pada bidang pembangunan ekonomi dan lingkungan hidup, Indonesia terus aktif dan berkontribusi selama proses hingga diadopsinya SDGs. Komitmen Indonesia di bidang climate change antara lain ditunjukkan dengan penyampaian Intended Nationally Determined Contributions (INDC) dengan target penurunan emisi pada 2030 sebesar 29 % dengan upaya sendiri dan 41 % dengan bantuan internasional.
Di bidang kerjasama maritim, Indonesia telah menyepakati 3 kerja sama maritim secara bilateral dengan Inggris, Denmark dan Amerika Serikat. Kerjasama maritim juga diperkuat dalam berbagai forum regional yang strategis seperti EAS dan IORA.
Di bidang kerja sama Selatan-Selatan, terdapat kebangkitan semangat kerja sama Selatan-Selatan. Indonesia telah menjadi tuan rumah Commemoration of the 60th Anniversary of the Asian African Conference dan 10th Anniversary of the New Asian African Strategic Partnership. Terbentuknya Asia-Africa Center merupakan hasil konkrit yang dicapai KTT Asia Afrika. Hingga Desember 2015, Indonesia telah memberikan 440 program pembangunan kapasitas kepada 5.342 peserta dari 116 negara berkembang. Di saat yang sama, juga telah dilakukan pengembangan kerjasama triangular.
Isu dimana Indonesia tidak pernah mundur untuk mendukung adalah isu Palestina. Untuk menunjukkan dukungan yang lebih besar bagi Palestina, satu langkah baru telah diambil di tahun 2015 yaitu pendirian Konsulat Kehormatan di Ramallah. Pejabat Konsul Kehormatan telah ditetapkan dan akan diresmikan pada awal 2016. Indonesia juga mendukung keanggotaan Palestina di UNESCO. Selain itu, Indonesia menjadi tuan rumah International Conference on the Question of Jerusalem yang diselenggarakan pada Desember 2015 di Jakarta. RI terus melanjutkan capacity building dengan bantuan sebesar US$ 100 juta serta berpartisipasi dalam Conference on Cooperation among East Asian Countries for Palestinian Development (CEAPAD) ke-III.
Di bidang demokrasi, dalam rangka mengkapitalisasi demokrasi sebagai aset diplomasi, Indonesia telah menjadi tuan rumah BDF VIII di Bali pada 10-11 Desember 2015 yang dihadiri oleh 250 delegasi dari 89 Negara dan 3 organisasi internasional. Indonesia juga berkomitmen untuk memperkuat peran Institute for Peace and Democracy (IPD) yang telah melaksanakan 20 program pada tahun 2015.
Di bidang pemajuan dan Perlindungan HAM, Indonesia menjadi tuan rumah pertemuan Komisi HAM OKI dengan tema Pendidikan HAM. Selain itu, Presiden Joko Widodo terpilih menjadi duta “Impact Champion” dari gerakan “HeForShe” PBB. Indonesia juga aktif pada Global Leaders Meeting on Gender Equality and Women Empowerment.
Selain 9 isu tersebut, tentunya masih terdapat isu lain dimana Indonesia berperan aktif di dunia internasional yang tidak dapat dirinci satu per satu dalam pernyataan pers ini.
Bapak dan Ibu yang saya hormati,
Hari ini adalah hari ketujuh di tahun 2016.
Salah satu peristiwa yang mengkhawatirkan adalah memburuknya hubungan Arab Saudi dan Iran.
Sebagaimana yang telah saya sampaikan di awal pidato, secara pro aktif, Indonesia telah melakukan komunikasi dengan berbagai negara dan organisasi, di antaranya dengan Arab Saudi, Iran, Malaysia, Uni Emirat Arab, Qatar, Turki, Rusia dan Sekjen OKI. Komunikasi intensif masih akan terus dilakukan Indonesia dengan beberapa negara lainnya.
Dalam komunikasi tersebut, Indonesia meminta kepada kepada para pihak untuk menahan diri sehingga situasi tidak memburuk.
Indonesia menekankan pentingnya perdamaian dan stabilitas di kawasan Timur Tengah.
Sebagai negara yang memiliki hubungan baik dengan kedua negara tersebut, Indonesia telah menawarkan diri untuk ikut membantu upaya penyelesaian secara damai.
Perdamaian di Timur Tengah akan sangat dipengaruhi oleh hubungan Arab Saudi dan Iran.
Pada saat yang sama, dunia masih juga dihadapkan pada berbagai tantangan yang belum dapat diselesaikan pada tahun-tahun sebelumnya seperti ekstrimisme dan terorisme.
Saya ingin meyakinkan bahwa sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia, Indonesia akan terus menjadi penggerak utama dalam menebarkan nilai Islam yang rakhmatan lil alamin.
Indonesia juga akan terus menjadi penggerak utama dalam menebarkan nilai toleransi dan demokrasi.
Bapak dan Ibu yang saya hormati,
Di kawasan yang lebih dekat dengan Indonesia, perdamaian dan stabilitas Laut Cina Selatan sangat penting artinya. Oleh karena itu, Indonesia mendorong kepada semua pihak agar tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang dapat meningkatkan ketegangan. Hukum internasional juga harus dihormati.
Dalam konteks ASEAN-Tiongkok, Indonesia akan terus mendorong agar Code of Conduct (CoC) dapat segera diselesaikan. Sebagai non-claimant state, Indonesia terus mendorong negara claimant untuk menyelesaikan sengketanya secara damai.
Sebagai negara yang memiliki wilayah yang berhadapan dengan Laut Cina Selatan, saya ingin menekankan bahwa kepemilikan Indonesia atas Kepulauan Natuna sudah sangat jelas. Pulau-pulau terluar pada Gugusan Natuna yang dijadikan titik dasar terluar wilayah Indonesia telah ditetapkan dalam Deklarasi Djuanda 1957. Sesuai dengan Konvensi Hukum Laut 1982, titik dasar ini telah didaftarkan di PBB tahun 2009. Berdasarkan garis pangkal terluar tersebut, Indonesia memiliki tumpang tindih landas kontinen dan ZEE hanya dengan dua negara yaitu Malaysia dan Vietnam. Batas landas kontinen dengan kedua negara tersebut telah diselesaikan dan saat ini, batas ZEE juga sedang dirundingkan.
Di tahun 2016, ASEAN akan tetap menjadi cornerstone polugri Indonesia. Dengan berlakunya ASEAN Community 2015, perhatian sudah harus dialihkan pada visi ASEAN Community 2025.
Hadirin yang saya hormati,
Pemerintah Indonesia telah bertekad untuk menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia.
Pembangunan kapasitas maritim di berbagai bidang, tidak saja ditujukan bagi kepentingan Indonesia, tapi juga bagi kepentingan dunia.
Indonesia berkepentingan untuk menjadikan kawasan maritim di Asia Pasifik dan Samudera Hindia sebagai zona damai, bebas, netral serta membawa kemakmuran bagi semua.
Beberapa kerjasama maritim akan diupayakan dan dituntaskan pada tataran bilateral, misalnya dengan Jepang, Viet Nam, Selandia Baru, Timor-Leste, Belanda, dan Panama.
Kepemimpinan Indonesia untuk mengarusutamakan kerjasama maritim dalam konteks East Asia Summit (EAS) akan terus ditindaklanjuti.
Indonesia juga akan memberikan perhatian yang lebih besar pada Samudera Hindia melalui IORA. Samudera Hindia memiliki arti strategis bagi dunia. Lebih dari 50 persen perdagangan dunia melewati Samudera Hindia. Oleh karena itu, sebuah arsitektur baru diperlukan untuk menjadikan Samudera Hindia bermanfaat secara ekonomi dan menjadikan Samudera Hindia kawasan yang damai dan stabil. Di tahun 2016, pembahasan mengenai inisiatif Indonesia bagi terbentuknya IORA Concord akan mulai dilakukan.
Bapak dan Ibu yang saya hormati,
Dalam konteks bilateral, Indonesia akan terus memaksimalkan kerja sama kemitraan strategis dan komprehensif dengan 17 negara, yakni: Amerika Serikat, Rusia, Belanda, Uni Eropa, Tiongkok, Jepang, Australia, India, Korea Selatan, Brazil, Viet Nam, Afrika Selatan, Papua Nugini, Inggris, Jerman, Perancis, dan Turki. Implementasi Kemitraan Strategis dengan Gulf Cooperation Council (GCC) juga akan didorong.
Diplomasi Indonesia di tahun 2016 juga akan ditujukan untuk memperkuat apa yang sudah dilakukan pada tahun 2015 khususnya pada 4 prioritas polugri beserta isu-isu internasional dimana Indonesia memiliki kapasitas tinggi untuk berkontribusi.
Guna mendukung kiprah politik luar negerinya, di tahun 2016 Indonesia akan menjadi tuan rumah beberapa kegiatan penting.
Pada tahun ini, untuk pertama kalinya kita akan menjadi tuan rumah Interfaith Dialogue dalam kerangka MIKTA untuk mendorong peningkatan toleransi antar umat beragama.
Penguatan dan konsolidasi demokrasi di kawasan akan terus kita lakukan melalui penyelenggaraan Bali Democracy Forum IX pada Desember 2016.
Untuk memberantas perdagangan manusia serta menangani krisis migran di kawasan, Indonesia akan menjadi tuan rumah dari Pertemuan ke-6 Bali Process on People Smuggling and Trafficking in Persons pada Maret 2016.
Sebagai ketua IORA 2015-2017 dan untuk memperkuat tatanan maritim di kawasan Samudera Hindia, Indonesia juga akan menjadi tuan rumah dari sejumlah pertemuan dan konferensi antara lain pertemuan Working Group on IORA Concord (Februari 2016), Indian Ocean Dialogue (April 2016), dan International Conference on the Future of IORA (Juni 2016).
Pembangunan manusia juga menjadi fokus dari diplomasi Indonesia. Untuk itu, Indonesia akan mendorong peningkatan kesejahteraan sosial dengan menyelenggarakan ASEAN Ministerial Meeting on Social Welfare and Development.
Indonesia juga akan membangun ketahanan terhadap potensi bencana alam di kawasan ASEAN melalui penyelenggaraan ASEAN Committee on Disaster Management Ministerial Meeting.
Diplomasi Indonesia akan bergerak lebih cepat di tahun 2016.
Dengan optimisme yang tinggi serta kemampuan untuk mengembangkan kerjasama yang saling menguntungkan, saya yakin bahwa 2016 akan menjadi tahun yang lebih baik.
Presiden Jokowi pada sesi Pembukaan Perdagangan Bursa Efek Indonesia tanggal 4 Januari 2016 mengatakan:”saya optimis pada tahun 2016, kita akan jauh lebih baik dari tahun kemarin..”
Hadirin yang saya hormati,
Secara keseluruhan, selama tahun 2015, diplomasi Indonesia terus memberi kontribusi nyata kepada pembangunan dan kepentingan nasional.
Tidak kalah pentingnya, diplomasi Indonesia telah memberikan banyak kontribusi bagi perdamaian dan kesejahteraan dunia. Sebuah tatanan arsitektur baru sedang dipersiapkan di Samudera Hindia.
Semua capaian dan rencana yang akan kita lakukan di tahun ini, tidak terlepas dari sumbangsih para diplomat Indonesia di seluruh dunia.
Oleh karena itu, saya ingin menggunakan kesempatan ini untuk menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada semua staf Kementerian Luar Negeri dan semua anggota Korps Diplomat Republik Indonesia.
Suasana kerja yang dibarengi dengan rasa kebersamaan yang tinggi (the We feeling) akan membuahkan hasil yang lebih baik.
Pada kesempatan ini, perkenankan saya juga menyampaikan penghargaan tertinggi kepada Duta Besar Marty Natalegawa, Duta Besar Hassan Wirajuda, Duta Besar Alwi Shihab, dan seluruh sesepuh Kementerian Luar Negeri yang telah banyak berkontribusi terhadap pemajuan polugri Indonesia dan terus menjadi inspirasi bagi kita semua.
Kementerian Luar Negeri pada tahun ini telah mendapat penghargaan “Wajar Tanpa Pengecualian” (WTP) dalam bidang Pengawasan dan Pelaksanaan Administrasi. Kementerian Luar Negeri juga telah berhasil meraih predikat “BB” untuk Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP) pada tahun 2015.
Peran media sangatlah penting dalam mengkomunikasikan kebijakan politik luar negeri RI kepada masyarakat luas. Melalui forum ini, izinkan kami menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada rekan-rekan media atas kerja sama yang baik. Besar harapan kami kerja sama yang baik ini dapat berlanjut dan ditingkatkan di tahun 2016 ini.
Apresiasi dan penghargaan yang tinggi juga kami sampaikan atas kerja sama DPR-RI, khususnya Komisi I sebagai mitra Kementerian Luar Negeri.
Semoga kemitraan yang baik ini dapat lebih kita tingkatkan di masa mendatang.
Let us seize the day…
Move forward….
Build a world that is full of peace, stability, and prosperity.
Terima kasih.
Wassalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh

You may also like...