KONSER GAMELAN MENYAMBUT MUSIM SEMI DI VANCOUVER


Read in Bahasa / English

Alunan musik gamelan kembali diperdengarkan dalam acara Spring Gamelan Concert yang berlangsung di World Art Centre, Simon Fraser University (SFU) Goldcorp Centre for the Arts, Vancouver, 11 April 2016. Pagelaran gamelan kali ini merupakan konser penutup kelas gamelan yang diselenggarakan setiap semester awal tahun di SFU School for the Contemporary  Arts, dan telah berlangsung sejak tahun 1987. Sutrisno Hartana, warga Indonesia yang menjadi pengajar di kelas tersebut, dengan sabar menularkan kepiawaiannya memainkan berbagai instrumen gamelan Jawa kepada para mahasiswa dari berbagai negara, lengkap dengan penjelasan mengenai makna yang terkandung dari gendhing-gendhing yang dimainkan. Untuk tahun 2016 ini, tercatat setidaknya 35 mahasiswa SFU mengikuti kelas gamelan tersebut. Pada setiap akhir kelas, biasanya di awal musim semi, para mahasiswa menampilkan konser yang terbuka untuk umum, untuk mempertontonkan hasil ketekunannya belajar selama kurang lebih empat bulan.

rof. Martin Gorfrit, Associate Dean, School for Contemporary Art, dalam sambutannya menyampaikan terimakasih dan apresiasi kepada KJRI Vancouver yang selalu mendukung penyelenggaraan konser Gamelan SFU setiap tahunnya. Prof. Martin menambahkan bahwa instrumen gamelan dapat dimainkan oleh seluruh individu baik tua maupun muda dan tidak bersifat eksklusif hanya bagi mereka yang telah memiliki keahlian di bidang musik.

Konser gamelan yang berlangsung selama 1,5 jam tersebut mampu memukau lebih dari  60 orang hadirin yang berasal dari berbagai kalangan termasuk beberapa orang Konsul Jenderal. Para mahasiswa tersebut selain terampil memainkan gamelan secara tradisional, juga mampu memadukan instrumen gamelan dengan instrumen musik kontemporer sehingga menghadirkan alunan nada yang unik. Dalam konser gamelan kali ini tampil pula alunan suara merdu pesinden Jawa, Anis Wiji Astuti dan fragmen singkat wayang kulit yang dibawakan oleh Sutrisno Hartana, dengan lakon Kumbakarna. Sekitar seminggu sebelumnya, kelompok gamelan mahasiswa SFU dan dalang Sutrisno Hartana  juga tampil dalam acara pembukaan pameran wayang kulit di Museum Arkeologi dan Etnologi, SFU. Dengan penampilan berturut-turut ini diharapkan dapat lebih menggugah ketertarikan masyarakat Kanada terhadap  budaya Indonesia.

Perangkat gamelan yang dimiliki oleh SFU saat ini merupakan donasi dari Pemerintah Indonesia saat berpartisipasi pada Vancouver Expo 1986. Gamelan yang diberi nama Kyai Madu Sari tersebut kemudian diberikan kepada SFU seusai pelaksanaan Expo. Sejak saat itu, atas inisiasi dan di bawah asuhan Prof. Martin Bartlett (almarhum), guru besar pada Electro-acoustic Music and world Music, Centre for the Arts – SFU, seni gamelan mulai dipelajari dan dipertunjukkan di Vancouver.

You may also like...