Diaspora Indonesia di Kanada Luncurkan LANSIA Oral History Project


Read in Bahasa / English

Kanada adalah negeri impian yang menjanjikan kehidupan lebih baik. Begitulah kira-kira yang ada di benak sebagian orang Indonesia yang bermigrasi ke Kanada di sekitar tahun 1960-an. Menjalani kehidupan baru di Kanada, mereka membaur dengan masyarakat setempat, menjalani berbagai profesi dan beranak pinak. Kini, berpuluh tahun kemudian, sebagian besar dari keluarga generasi pertama tersebut dan keturunannya telah menjadi warga negara Kanada. Namun, perasaan sebagai “orang Indonesia” tidak lepas dari jiwa mereka dan tetap terbawa dalam kehidupan sehari-hari.

Pengalaman dari generasi pertama imigran Indonesia di Kanada itulah yang ingin digali dan didokumentasikan oleh Canada Indonesia Diasora Society (CIDS), melalui “LANSIA Oral History Project” yang diluncurkan pada tanggal 21 Mei 2016, di Richmond, Provinsi British Columbia, Kanada. Melalui project ini diharapkan sejarah migrasi Indonesia ke Kanada dapat terdokumentasi dengan baik dan menjadi referensi sejarah masyarakat Indonesia serta menjadi bagian dari sejarah multikuralisme Kanada.

Premier BC, Christy Clark, dalam sambutan tertulisnya menyambut baik proyek LANSIA Oral History tersebut, dan mengharapkan keberadaan diaspora Indonesia di BC dapat memperkaya kemajemukan budaya masyarakat BC. Sementara Konsul Jenderal RI Vancouver menyampaikan terima kasih kepada CIDS yang dimotori preidennya, Liza Wajong, atas inisiatifnya yang telah menggagas pendokumentasian sejarah para diaspora Indonesia di BC tersebut, yang hasilnya diharapkan dapat menjadi referensi bagi generasi muda diaspora Indonesia dalam mempertahankan akar budayanya. Hadir dalam acara launching tersebut Member of Parliament, Hon. Joe Peschisolido dan Hon. Alice Wong, Member of Legislative Assembly, Hon. John Yap, Hon.Mable Elmore dan Hon. Richard Lee serta Presiden Pacific Canada Heritage Centre, Museum of Migration, Winnie Cheung dan warga masyarakat Indonesia di BC.

You may also like...