Gamelan Alligator Joy Suguhkan Musik Gamelan Jawa Kontemporer di Vancouver


Read in Bahasa / English

Gamelan Jawa tampaknya memiliki arti khusus bagi sebagian warga Vancouver. Setelah bulan April lalu dua kali berturut-turut mahasiswa Simon Fraser University menggelar pertunjukan gamelan pada pembukaan pameran Wayang Kulit dan penyelenggaraan Spring Gamelan Concert 2016, pada tanggal 21 Mei 2016, seniman Kanada yang tergabung dalam kelompok gamelan kontemporer “Alligator Joy” memainkan musik gamelan kontemporer hasil gubahan mereka di Western Front, Vancouver, Kanada.

Sebanyak 3 repertoire musik gamelan bergenre kontemporer yang dibawakan oleh 10 seniman Kanada tersebut yaitu “Dice Over Easy”, “Let N=N” dan “96 Tiers” memukau kurang lebih 100 penonton yang sebagian besar merupakan generasi muda. Ketiga repertoire tersebut merupakan karya baru yang diciptakan oleh musisi Alligator Joy. Pada sesi kedua diisi dengan pertunjukan monolog western puppet show berkolaborasi dengan gamelan sebagai musik pengiring dengan judul “Grotto: Ventriloquial Investigations” oleh Michael O’Neill, yang juga salah seorang pemusik gamelan Alligator Joy.

Mark Parlett, salah satu pemusik gamelan sekaligus komposer dalam pengantarnya di sela-sela pertunjukan menyatakan bahwa gamelan Alligator Joy telah eksis sejak tahun 1986 dan secara rutin mementaskan pertunjukan gamelan di tengah kesibukan profesi  masing-masing anggotanya. Mark Parlett sendiri merupakan seorang pengusaha yang membuka cafe dan galeri seni di Gabriola Island, BC. Ketertarikannya terhadap gamelan dimulai sejak dirinya memperoleh kesempatan belajar di ISI Surakarta dan kemudian membentuk kelompok gamelan yang aktif memainkan gamelan Madusari hibah pemerintah Indonesia kepada Simon Fraser University seusai penyelenggaraan World Expo di Vancouver tahun 1986.

You may also like...