Indonesia Kembali Menjadi Favorit di Festival Budaya dan Kuliner Terbesar di Provinsi British Columbia Kanada


Read in Bahasa / English

Musim panas di Kanada dapat dikatakan identik dengan kemeriahan festival, dimana berbagai kota di Kanada memanfaatkan cuaca yang hangat dan cerah dengan berbagai kegiatan di udara terbuka termasuk diantaranya festival budaya. Tahun ini Indonesia kembali berpartisipasi dalam festival budaya, kuliner dan musik di Surrey, kota terbesar kedua di region Metro Vancouver, sekitar 1 (satu) jam berkendara dari Downtown Vancouver.

Surrey Fusion Festival, festival tahunan yang melambangkan multikulturalisme dan keragaman di Provinsi British Columbia, Kanada, merupakan ajang yang paling tepat untuk meningkatkan pemahaham kepada masyarakat Kanada mengenai Indonesia melalui promosi produk, pariwisata dan kuliner Indonesia. Paviliun Indonesia pada festival kali ini semarak dan meriah dengan ornamen Bali seperti payung dan gapura serta booth photo penari Cendrawasih yang tak pernah sepi pengunjung.

Pada Surrey Fusion Festival  2016 ini, Indonesia membuka 3 paviliun yaitu paviliun budaya, kuliner dan kopi Indonesia. Paviliun pertama menampilkan informasi berbagai destinasi wisata Indonesia, produk dan garmen Indonesia. Paviliun kedua menjajakan kuliner otentik Indonesia yang berhasil menjadi favorit pengunjung. Hal ini dibuktikan dengan antrian panjang di depan paviliun kuliner Indonesia yang tahun ini menyediakan sate ayam, mie dan nasi goreng, bakso, tahu isi serta bakwan jagung dan es campur. Antusiasme masyarakat terhadap kuliner Indonesia sangat tinggi sehingga tidak kurang dari 2800 tusuk sate habis terjual dalam 2 hari penyelengaraan festival. Sedangkan pavilion ketiga menyajikan aneka minuman kopi dengan biji kopi yang berasal dari Toraja, Flores dan Ijen Plateau serta produk makanan kemasan Indonesia seperti mie instan dan biskuit.

Pada parade budaya yang merupakan highlight dari Fusion Festival, KJRI Vancouver mengajak serta 3 (tiga) pelajar Indonesia di Vancouver untuk memeriahkan parade dengan kostum batik karnaval yang berhasil mengundang kekaguman pengunjung.

Partisipasi Indonesia tahun ini semakin terasa istimewa karena di penghujung festival Indonesia berhasil meraih penghargaan juara kedua “The Best-Dressed Pavilion 2016” dengan kriteria penilaian antara lain dekorasi dan penataan paviliun yang menarik pengunjung.

Tidak kurang dari 95.000 pengunjung memadati Holland Park dalam 2 hari penyelenggaraan festival. Selain Indonesia, 38 partisipan dari beberapa negara dan entitas antara lain Aljazair, Afrika Selatan, Afghanistan, Belgia, Barbados, Chile, Filipina, Fiji, Ekuador, El Savador, Ghana, India, Jerman, Jamaika, Kongo, Kenya, Kanada, Kolombia, Meksiko, Metis, Nigeria, Nepal, Pakistan, Palestina, Peru, Prancis, Rusia, Skotlandia, Turki, Taiwan, Thailand, Tonga, Tiongkok, Togo, Vietnam, Zambia dan kelompok masyarakat First Nation.

You may also like...