PIDATO KONSUL JENDERAL RI PADA UPACARA PERINGATAN HUT PROKLAMASI KEMERDEKAAN RI KE-71, VANCOUVER, 17 AGUSTUS 2016

Bismillahirrahmanirrahim,

Bapak-Bapak, Ibu-Ibu, dan Saudara-Saudara yang saya hormati dan saya banggakan,

 

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita semua,

 

Marilah kita bersama-sama memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, yang atas rahmat dan karunia-Nya kita dapat berkumpul pada pagi ini untuk memperingati ulang tahun Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-71.

Masih dalam suasana hari raya Idul Fitri 1437 H yang baru saja kita rayakan dengan penuh syukur, saya sebagai Kepala Perwakilan RI di Vancuver serta selaku pribadi ingin mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri bagi ibu-ibu, bapak-bapak dan saudara-saudara yang merayakan,  semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan berkah dan rahmat-Nya bagi kita semua.

 

Peserta upacara yang budiman,

 Hari ini kita berkumpul untuk memperingati dan mensyukuri kemerdekaan yang telah kita nikmati selama 71 tahun ini. Kemerdekaan Indonesia tidak diperoleh secara cuma-cuma. Para pendahulu kita berjuang dengan berbagai daya upaya, baik melalui revolusi fisik maupun melalui jalur diplomasi, hingga Indonesia dapat mencapai bentuk sebagai negara kesatuan sebagaimana dikenal dan diakui oleh masyarakat dunia saat ini. Oleh karena itu, dalam kesempatan yang berbahagia ini sudah seharusnya kita menghaturkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para pahlawan dan pendiri bangsa atas perjuangan dan pengorbanannya dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai ini.

Bapak-bapak, Ibu-ibu, dan hadirin sekalian

Tema peringatan hari ulang tahun Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2016 adalah “Indonesia Kerja Nyata!”. Jika kita simak, terdapat  kesinambungan tema yang diangkat tahun ini dengan tema HUT RI tahun 2015 lalu yakni “Ayo Kerja”. Pada tahun 2015 yang merupakan tahun pertama Kabinet Kerja, Pemerintah berkehendak meletakkan fondasi pembangunan nasional yang kokoh. Terdapat perubahan paradigma pembangunan nasional dari yang bersifat konsumtif menjadi produktif, dari yang bersifat Jawa Sentris menjadi Indonesia Sentris. Berbekal pencapaian transformasi fundamental ekonomi tersebut, memasuki tahun kedua, Pemerintah bertekad melakukan percepatan pembangunan. Tahun 2016 ini dapat disebut sebagai Tahun Percepatan Pembangunan Nasional.

Pada tahun percepatan pembangunan ini, Pemerintah fokus pada tiga langkah terobosan untuk pengentasan kemiskinan, pengangguran, ketimpangan dan kesenjangan sosial. Ketiga langkah itu adalah: Pertama, percepatan pembangunan infrastruktur. Kedua, penyiapan kapasitas produktif dan Sumber Daya Manusia. Ketiga, deregulasi dan debirokratisasi. Sebagaimana disampaikan dalam Pidato Presiden RI di depan DPR RI tanggal 16 Agustus 2016 kemaren, banyak capaian yang telah diraih sebagai implementasi dari terobosan tersebut. Hal yang patut digarisbawahi adalah bahwa dalam situasi perekonomian global yang masih mengalami perlambatan,  perekonomian Indonesia pada triwulan pertama tahun 2016 mengalami pertumbuhan sebesar 4,91%. Bahkan dalam triwulan kedua tahun ini, pertumbuhan ekonomi nasional naik menjadi 5,18%. Pertumbuhan tersebut jauh lebih besar di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi dunia dan negara-negara berkembang. Pertumbuhan ekonomi Indonesia merupakan salah satu pertumbuhan yang tertinggi di Asia.

Peserta upacara yang saya hormati,

Kita wajib bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan bangsa Indonesia sumber daya alam yang berlimpah, baik di bumi, laut maupun udara. Demikian pula populasi masyarakat Indonesia yang merupakan terbesar ke-4 di dunia, yang saat ini didominasi oleh kelompok usia produktif,  merupakan modal dasar bagi pembangunan Indonesia.

Namun demikian, semua yang telah dianugerahkan Tuhan tersebut perlu dikelola dengan baik, melalui kerja nyata dari seluruh unsur masyarakat, baik yang ada di pemerintahan maupun swasta; pelajar, mahasiswa maupun pekerja; generasi muda maupun kelompok yang sudah mapan. Menghadapi tantangan global saat ini, kita perlu kerja nyata bukan wacana. Kita perlu solusi bukan diskusi dan janji.  Hanya dengan kerja nyata kita akan dapat memberikan kontribusi kepada ibu pertiwi.

Bapak-bapak, Ibu-ibu, dan hadirin sekalian

Selaras dengan tema peringatan HUT RI ke-71 yaitu “Kerja Nyata”, ijinkan saya dalam kesempatan ini berbagi informasi mengenai beberapa capaian konkrit yang telah diraih KJRI Vancouver selama periode 2015-2016 ini, sesuai tugas dan fungsi KJRI yaitu meningkatkan hubungan ekonomi, perdagangan dan investasi, melakukan perlindungan kepada WNI dan BHI,  serta melakukan promosi pariwisata dan budaya Indonesia di wilayah kerja.

Pertama, di bidang ekonomi. Pada bulan Desember 2015 Pemerintah BC  mengumumkan pembukaan Kantor Perwakilan Dagang di Jakarta, akan mulai beroperasi pada bulan September 2016. Dengan pembukaan kantor di Indonesia,  yang juga akan mencakup negara-negara ASEAN lainnya, menyiratkan adanya pengakuan terhadap posisi strategis Indonesia di kawasan. Hal ini merupakan satu langkah maju dalam hubungan bilateral Indonesia-BC dan membuka peluang interaksi perdagangan yang lebih intens untuk keuntungan kedua belah pihak. Sebelumnya, pada bulan November 2015, KJRI telah menyelenggarakan kegiatan Business Forum di Vancouver, yang berhasil mempertemukan beberapa pemangku kepentingan dari Indonesia dengan para pelaku usaha di BC khususnya yang bergerak di sektor energi dan infrastruktur.

Tidak hanya dengan BC, hubungan dengan Provinsi Alberta juga mengalami peningkatan, ditandai dengan kunjungan Menteri Economic Development and Trade, Alberta, ke KJRI pada tanggal bulan Mei 2016. Menindaklanjuti kunjungan tersebut, saat ini KJRI Vancouver tengah menggarap rencana penyelenggaraan Business Forum di Provinsi Alberta, di sektor yang sama yaitu energi dan infrastruktur, mengingat Kanada memiliki keunggulan teknologi di bidang tersebut, yang dibutuhkan oleh Indonesia. Dengan Provinsi Alberta ini, dapat saya sampaikan bahwa selama tahun 2015-2016 KJRI telah berhasil mendorong realisasi tindak lanjut MoU antara BNP2TKI dengan perusahaan pemotongan hewan di Calgary, untuk mendatangkan tenaga kerja terampil dari Indonesia. Alhamdulillah saat ini beberapa TKI kita telah berada di Calgary, dan kami akan terus berupaya mencari peluang bagi tenaga-tenaga terampil kita untuk mengisi lapangan kerja yang tersedia sehingga dapat membantu upaya Pemerintah mengatasi masalah ketenagakerjaan di tanah air.

Kedua, di bidang perlindungan terhadap WNI.  Selain memfasilitasi dan melakukan pendampingan terhadap beberapa WNI yang mengalami kasus hukum maupun sosial di wilayah kerja serta menyediakan nomor hotline yang dapat dihubungi setiap saat, pada tahun 2016 KJRI Vancouer telah berhasil mengembangkan aplikasi lapor diri online yang dapat diakses melalui telepon cellular. Aplikasi ini diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi WNI di wilayah kerja untuk menyampaikan informasi mengenai keberadaannya kepada KJRI, tanpa perlu datang ke KJRI,  sehingga KJRI dapat memberikan bantuan jika sewaktu-waktu diperlukan. Untuk itu, dalam kesempatan ini saya menghimbau kepada WNI yang belum lapor diri untuk mempergunakan kesempatan ini. Kunjungi website KJRI atau hubungi petugas Konsuler kami untuk info lebih lanjut.

Ketiga, dalam hubungan sosial budaya, kegiatan promosi kuliner dan produk kerajinan yang diikuti KJRI dalam Surrey Fusion Festival telah berhasil memperoleh penghargaan dari penyelenggara pada tahun 2015 dan 2016. Pagelaran kesenian yang diselenggarakan oleh KJRI dalam berbagai kesempatan juga memperoleh sambutan antusias dari publik. Dalam kaitan ini saya ingin mengundang bapak, ibu dan saudara sekalian untuk hadir dalam ASEAN Festival di Roundhouse Community Center tanggal 27 Agustus 2016 dan Destination Indonesia di UBC Robson Square tanggal 17 September 2016. Melalui dua kegiatan tersebut, kami ingin membawa Indonesia lebih dekat ke hati masyarakat di Vancouver.

Dalam kesempatan yang baik ini, dengan bangga saya juga ingin menyampaikan bahwa hari ini untuk pertama kali sejak pembukaan KJRI di Vancouver, bendera Merah Putih berkibar di City Hall Vancouver, bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI yang ke-71. Kita patut bangga karena dengan pengibaran bendera tersebut menunjukkan pengakuan terhadap eksistensi dari masyarakat dan diaspora Indonesia di Vancouver sebagai bagian dari keanekaragaman masyarakat di Vancouver. Oleh karena itu mari kita tunjukkan eksistensi tersebut dengan berbagai kerja nyata yang bermanfaat, tidak saja untuk tanah air kita yang jauh di mata, namun juga untuk lingkungan terdekat di sekitar kita.

Bapak-bapak, Ibu-ibu, dan hadirin sekalian

Saya menyadari bahwa apa yang telah diraih KJRI Vancouver tersebut masih jauh dari yang diharapkan. Banyak tantangan dan hambatan yang harus dilalui. Dalam hal ini kami sebagai penyelenggara negara tidak bisa bekerja sendiri tanpa peran serta masyarakat. Untuk itu dalam kesempatan peringatan HUT RI ke-71 ini saya ingin mengajak masyarakat dan diaspora Indonesia di wilayah kerja untuk bersinergi memberikan kontribusi terhadap tanah air kita. Di depan kita masih terbentang jalan panjang untuk mencapai tujuan kemerdekaan yakni mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Banyak saudara-saudara kita di tanah air yang masih membutuhkan uluran tangan kita. Jika kita di sini dapat menikmati fasilitas pendidikan, kesehatan dan transportasi yang sangat baik, ingatlah bahwa di tanah air kita masih banyak anak-anak yang harus bertaruh nyawa untuk mencapai sekolahnya. Masih banyak jembatan dan jalan yang perlu dibangun, masih banyak sekolah dan puskesmas yang perlu diperbaiki.  Oleh karena itu, mari kita berbagi, mari kita saling mendukung demi memberikan yang terbaik untuk negeri sesuai kapasitas masing-masing.

Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa melimpahkan rahmat-Nya kepada kita semua.

 

Dirgahayu Negara Kesatuan Republik Indonesia!

Terima kasih.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

You may also like...