PREMIER FILM ATHIRAH MENDAPAT SAMBUTAN HANGAT


Read in Bahasa / English

Sineas muda Riri Riza kembali menunjukkan kebolehannya dalam film “Athirah” yang diputar pada Vancouver International Film Festival (VIFF), 2 dan 3 Oktober 2016. Film yang diadopsi dari novel Alberthiene Endah tersebut diilhami kisah nyata dari ibunda dari Bapak Jusuf Kalla, Wakil Presiden RI, menceritakan tentang tokoh Athirah yang tetap tegar berusaha mempertahankan keutuhan rumah tangga dan membesarkan anak-anaknya meskipun dimadu oleh suaminya. Dengan mengambil latar belakang budaya Sulawesi Selatan, film Athirah menonjolkan kearifan budaya lokal, peran keluarga dan juga  perjuangan seorang ibu yang pantang menyerah demi anak-anaknya.

Meskipun diputar pada jam-jam yang kurang mendukung, hari Minggu jam 20.45 dan hari Senin jam 13.00, gedung Odeon Cineplex di International Village Vancouver,  tempat pemutaran film Athirah, dipadati penonton yang tak beranjak sejak awal pemutaran film hingga film berakhir, yang dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dengan Riri Riza. Beberapa pertanyaan yang diangkat oleh penonton antara lain mengenai praktik poligami di Indonesia, budaya masyarakat Bugis, tehnik sinematografi, dan tantangan selama pembuatan film.

Selain terkesan pada keindahan alam Makassar, Sengkan, Wajo dan Pare-pare yang  menjadi latar belakang cerita,  penonton juga dibuat kagum dengan keindahan kain sarung khas Bugis yang ditampilkan dalam cerita tersebut.

Untuk mendukung promosi film Athirah tersebut, KJRI Vancouver mengadakan acara “Nonton Bersama Riri Riza” yang dihadiri oleh Konjen RI, staf KJRI dan ITPC serta masyarakat Vancouver, dan dilanjutkan pertemuan dengan masyarakat Indonesia di KJRI pada tanggal 3 Oktober 2016 malam. Menurut Riri Riza, film Athirah sendiri baru diputar secara serentak di Indonesia pada tanggal 29 September 2016, sedangkan pemutaran di luar negeri untuk pertama kali dilakukan di Vancouver, dan selanjutnya akan diteruskan di Busan dan Tokyo.

VIFF sendiri merupakan salah satu dari lima festival film terbesar di daratan Amerika Utara, yang secara selektif memutar film-film terbaik lebih dari 70 negara di seluruh dunia. Kehadiran Riri Riza di VIFF 2016 ini merupakan yang ketiga kali, setelah sebelumnya yang bersangkutan juga mengawal premier film garapannya Eliana-Eliana (2002) dan Gie (2005).

You may also like...