Seniman Tari Bali Tampil Memukau dalam Kolaborasi dengan Seniman Kanada


Read in Bahasa / English

Dr. Wayan Dibia, seniman dan koreografer tari Bali telah berkolaborasi dengan sanggar tari Kanada, Sampradaya Dance Creation, pimpinan Lata Pada,menampilkan tari kontemporer bertajuk “Pralaya”,pada hari Minggu,27 November 2016 di Roundhouse Community Center, Vancouver.

Pertunjukkan tersebut merupakan bagian dari tur delapan kota di seluruh Kanada yang dimulai sejak 13 November 2016. Selain Vancouver, group tersebut telah tampil di beberapa kota lainnya yaitu Hamilton, Sudbury, Markham (Provinsi Ontario), Gatineau dan Montreal (Provinsi Quebec), Calgary (Provinsi Alberta) dan Saskatoon (Provinsi Saskatchewan).

Penampilan seni tari teatrikal dengan dukungan koreografi, musik serta pencahayaan yang apik memukau sekitar 150 penonton yang memadati Roundhouse Community Center. Menurut Dr. Wayan Dibia, penampilan ini merupakan kolaborasi yang pertama dengan Sampradaya Dance Creation. Kesamaan latar belakang budaya dan filosofi antara Bali dan India menjadi dasar untuk menggarap tari kotemporer tersebut.

Penampilan tari “Pralaya” didukung oleh 10 artis penari termasuk Dr. Wayan Dibia bersama Lata Pada. Empat penari (dua pria dan dua wanita) berasal dari Indonesia, selebihnya berasal dari India dan Kanada. Menurut penuturan salah satu penari asal Indonesia, tantangan yang dihadapi para penari dalam memadukan karya seni Bali dan India adalah menggabungkan beberapa ciri khas antara lain Tari Bali yang dominan menampilkan ekspresi muka sedangkan Tari India yang lebih menekankan pada gerakan kaki.

Menurut pimpinan sanggar Sampradaya asal Ontario, Lata Pada, cerita “Pralaya” mengambil setting perang Bharata Yudha antara Pandawa dengan Kurawa. Topik ini sengaja dipilih sebagai sarana untuk mengingatkan generasi masa kini agar menjauhi konflik, menjaga perdamaian dengan sesama serta memperhatikan kelestarian lingkungan  idup.

Seni tari yang berlangsung selama kurang lebih 90 menit tersebut diakhiri dengan sesi dialog antara penonton dengan Dr. Wayan Dibia dan Lata Pada. Para penonton secara umum memberikan apresiasi yang tinggi karena seni tari mampu menghidupkan kembali seni klasik Mahabharata yang jarang ditampilkan di Kanada. Para penonton secara khusus juga memberikan pujian kepada kedua seniman atas keberhasilan mereka memadukan dan mentransformasi seni tari Bali dan India ke dalam satu pertunjukkan.

You may also like...