Tingginya Minat Masyarakat Kanada terhadap Produk Furniture dan Home Decor Indonesia


Read in Bahasa/English

Produk furnitur dan home decor  berbahan kayu jati serta akar kayu asal Indonesia memikat pengunjung di ajang pameran Alberta Gift Fair (AGF) 2017 yang berlangsung sejak 26 Februari hingga 1 Maret 2017 di Edmonton Expo Centre, Alberta. Beberapa produk serupa dari negara lainnya yang turut serta dalam pameran ini tetap belum dapat menyamai orisinalitas serta keunikan yang ditampilkan oleh Indonesia. Hal ini terungkap sebagaimana penuturan salah satu importir produk kayu “Black Diamond” yang berpartisipasi dalam pameran tersebut.

Rusty Davidson, pemilik usaha Black Diamond yang permah tinggal selama lebih dari 20 tahun di Bali, mengakui dirinya percaya akan kepiawaian para pengrajin di Bali dalam  menghasilkan karya ukiran bermotif etnik akan mampu bersaing dengan produk serupa dari mancanegara. Dalam satu hari penyelenggaraan, Rusty mengakui dirinya telah memperoleh beberapa order terutama atas  produk furnitur meja dan kursi dari akar serta home decor terarium kaca dan patung ukiran kayu.

Rusty menambahkan pasar furniture dan home decor kayu di Kanada cukup besar terlebih bagi produk yang bernuansa etnik dan tradisional sehingga  merupakan kesempatan yang besar bagi produk-produk dari Indonesia. Rusty, yang memiliki workshop di Bali mempekerjakan kurang lebih sebanyak 18 pekerja, menegaskan dirinya kerap menghadiri berbagai pameran furniture di Indonesia dan terus berimprovisasi meningkatkan kualitas produk sehingga turut memberikan value added bagi industri kerajinan dari kayu di Indonesia.

Selain importir Black Diamond, pada paneran AGF 2017,  KJRI Vancouver dan ITPC Vancouver juga menggandeng importir produk kayu dari Indonesia lainnya  yakni Casamia. Mengulang kesuksesan pada pameran AGF tahun lalu, Casamia kembali menarik perhatian para  pengunjung dengan menampilkan produk-produk furniture dan home decor yang unik dan ramah lingkungan. Produk home decor berupa bowl, cermin berukir serta meja dan kursi dari kayu akar juga cukup diminati para pengunjung baik untuk penggunaan pribadi maupun untuk retail.

AGF merupakan pameran produk gift, apparel, handicraft, home decor, jewelry serta produk pengrajin Kanada. Untuk tahun 2017 terdapat 300 vendor turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, dan menarik sebanyak 11.000 pengunjung yang umumnya retail buyer.

Mengulang keberhasilan tahun 2016, KJRI Vancouver pada tahun 2017 ini kembali bekerjasama dengan ITPC Vancouver menyewa booth seluas 400 sq feet untuk Paviliun Indonesia, yang selama pameran selalu ramai didatangi pengunjung.

Pada pameran tahun ini terdapat beberapa peserta mancanegara yang juga menampilkan produk furniture dan home decor berbahan kayu, namun keunggulan produk Indonesia dari segi kualitas, desain dan ramah lingkungan mampu bersaing dengan para kompetitor serta memperoleh apresiasi dari publik setempat.

Furnitur merupakan salah satu komoditas potensial yang memberikan nilai tambah yang besar terhadap nilai transaksi perdagangan Indonesia dengan Alberta.
Tingginya minat publik menunjukkan produk furnitur Indonesia selama ini memenuhi standar kualitas, desain dan selera masyarakat di Kanada.

You may also like...