Kepedulian Sosial Melalui Dunia Digital Gugah Diaspora Indonesia di Vancouver

Penggunaan teknologi digital yang kian marak oleh masyarakat Indonesia di tanah air maupun di luar negeri merupakan fenomena masa kini yang perlu ditanggapi secara positif dan dapat dikembangkan untuk membangun solidaritas diaspora Indonesia kepada saudara-saudara sebangsa di tanah air.

Demikian sekilas paparan yang disampaikan oleh Reky Martha dan Alfatih Timur CEO dan Founder Hoshizora Foundation dan Kitabisa.com di hadapan beberapa masyarakat Indonesia di KJRI Vancouver, tgl 27 April 2017. Memulai paparannya, Reky Martha menyampaikan yayasan Hoshizora membangun platform digital untuk memberikan beasiswa pendidikan bagi siswa dan siswi Indonesia terutama yang berada jauh di pedalaman dan terkendala akibat tantangan konektivitas maupun kondisi ekonomi. Reky menambahkan awalnya yayasan Hoshizora menargetkan para donatur dari komunitas asing namun seiring dengan semakin mapannya penggunaan teknologi media sosial di tanah air, kepedulian terhadap sesama semakin tinggi dan kini mayoritas donatur merupakan masyarakat Indonesia termasuk yang kini berada di luar negeri.

Sementara Alfatih Timur dalam paparannya menggarisbawahi karakter masyarakat Indonesia memiliki kepedulian sosial yang tinggi terhadap sesama, ringan tangan dalam tolong-menolong dan semangat gotong royong. Semangat tersebut masih dimiliki oleh masyarakat Indonesia, tergugah dari keinginan untuk menjadi penghubung bagi masyarakat Indonesia yang ingin menolong sesama, Alfatih membangun Kitabisa.com sebagai platform penggalangan dana online. Beragam kategori penggalangan dana dapat dilakukan melalui Kitabisa.com,  antara lain pembangunan rumah ibadah, kesehatan, sampai dengan bantuan kemanusiaan. Alfatih menambahkan tidak jarang donasi yang diberikan bahkan melampaui target yang diperlukan, hal ini menunjukkan masih banyak jiwa dermawan di antara masyarakat Indonesia.

Konsep untuk melakukan kegiatan sosial melalui dunia digital tersebut banyak menggugah masyarakat Indonesia di Vancouver yang dengan antusias mengajukan berbagai pertanyaan kepada dua pemapar. Dalam sesi ramah-tamah dengan masyarakat, terdapat indikasi bahwa tren ini akan terus berkembang sejalan dengan makin dekatnya masyarakat Indonsia dengan pemanfaatan teknologi digital.

Berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, pengguna internet Indonesia menduduki peringkat keenam pada tahun 2014 dan diprediksi akan meningkat menjadi posisi ke lima dunia pada tahun 2017 menjadi 112 juta orang. Dengan trend pengguna internet dan jangkauan media sosial di Indonesia yang terus meningkat utamanya di kalangan generasi muda, fenomena startups berbasis teknologi kini tengah menemukan momennya di Indonesia. Berbagai tech startups yang sudah mapan di pasarnya antara lain bukalapak.com, tokopedia, traveloka dan Go-Jek. (KJRI Vancouver).

You may also like...