Pesona Indonesia Semarakkan Edmonton Heritage Festival


Predikat Indonesia sebagai negara yang memiliki keragaman seni budaya serta masyarakat yang menjunjung tinggi gotong royong terungkap dalam Edmonton Heritage Festival yang berlangsung di William Hawrelak Park, Kota Edmonton, Provinsi Alberta, tgl 5-7 Agustus 2017. Sekitar 100 diaspora Indonesia yang tergabung dalam Edmonton Indonesia Community Association (EICA)  secara kompak bahu membahu mempromosikan Indonesia pada salah satu festival tahunan terbesar di Amerika Utara. Sebagaimana partisipasi  pada tahun-tahun sebelumnya, Indonesia menampilkan paviliun Art and Craft, Kuliner serta panggung hiburan untuk menampilkan seni tari tradisional.

Pada paviliun kuliner kenikmatan hidangan nusantara yakni sate ayam dan rendang mampu bersaing dengan kuliner para peserta festival lainnya. Tidak kurang sebanyak 5,000 tusuk sate dan 50 kg daging rendang habis terjual. Selain sate ayam dan rendang, lumpia, mie goreng serta aneka minuman khas tropis juga merupakan sajian Indonesia yang banyak dicari pengunjung di Festival.

Pada paviliun Art and Craft, pengunjung terkesima dengan penataan dekorasi yang memajang hiasan kain batik dipadukan dengan pernak pernik hiasan meja serta peralatan gamelan tradisional. Para pengunjung juga terlihat antusias mendatangi tiap vendor paviliun Indonesia untuk membeli produk berupa pakaian jadi bermotif batik sampai dengan handycraft.

Selain melalui paviliun, pesona Indonesia juga terlihat saat sebanyak 16 penari menghentak panggung dengan irama dinamis Bajidor Kahot, Tari Saman, Tari Merak dari Jawa, Tari Piring dari Sumatera, Tari Burung, tari Bambu dari maluku, Tari kipas dari Sulawesi Selatan serta tari Gemu Famire. Pertunjukkan seni di panggung Indonesia berhasil mengundang decak kagum ratusan pengunjung dan tidak kalah dengan penampilan para peserta dari berbagai entitas budaya yang tersebar di 25 panggung hiburan di Hawrelak Park.

Festival tahun 2017 ini merupakan yang ke-42 sejak pertama kali diselenggarakan tahun 1976, dan diikuti oleh sebanyak 75 entitas budaya serta berhasil menarik perhatian sekitar 400 ribu pengunjung atau yang tertinggi sepanjang sejarah penyelenggaraan festival.

Presiden EICA, Zulpatar Martino, mengatakan organisasi komunitas indonesia di Edmonton merupakan salah satu yang paling solid dalam membina kekerabatan. Hal ini terlihat dengan aktifnya EICA menyelenggarakan promosi Indonesia melalui Edmonton Festival maupun Malam Budaya yang diselenggarakan bulan April 2017 lalu. EICA juga memberikan apresiasi terhadap dukungan KBRI
Ottawa dan KJRI Vancouver yang selalu memberikan dukungan pada komunitas Indonesia dalam rangka promosi Indonesia.

Pada penyelenggaraan Edmonton Heritage Festival tahun 2017, Duta Besar RI Kanada, Dr Teuku Faizasyah beserta Ibu Andis Faizasyah dan Konsul Penerangan KJRI Vancouver, berkunjung ke Paviliun Indonesia. Dalam kesempatan pertemuan tersebut, Dubes RI Duta Besar RI mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang tinggi atas peran serta EICA dan Diaspora Indonesia di Edmonton dalam mendukung promosi seni budaya dan kuliner Indonesia di tengah-tengah masyarakat Kanada. Dubes RI mengharapkan peran serta sinergi antara Dispora Indonesia dengan Perwakilan RI di Ottawa dan Vancouver dapat terus dilanjutkan pada masa mendatang.

You may also like...