Tatap Muka Masyarakat Indonesia di Vancouver dengan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Prof. Dr. Yohana Yembise


Memanfaatkan keberadaan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Prof. Dr. Yohana Yembise beserta Delegasi Kementerian PPPA di Vancouver dalam rangka menghadiri Simon Fraser University (SFU) Outstanding Alumni Awards, KJRI Vancouver telah menyelenggarakan acara tatap muka Menteri PPPA dengan masyarakat Indonesia, pada tanggal 14 September 2017. Acara yang dibuka oleh Konsul Jenderal RI Vancouver, dihadiri oleh sekitar 70 orang masyarakat Indonesia dari berbagai kalangan, antara lain tokoh masyarakat, mahasiswa, akademisi, pengusaha dan masyarakat umum, terutama yang merupakan alumni SFU.

Dalam sambutannya, Menteri Yembise menyampaikan rasa bangga karena Indonesia dapat mewakili para perempuan di dunia dalam acara SFU Outstanding Alumni Awards 2017 yang diselenggarakan sehari sebelumnya. Dalam kesempatan tersebut, Menteri Yembise berbagi pengalaman dalam menghadapi tantangan untuk memajukan peran aktif wanita Indonesia dan melindungi anak-anak dari tindak kekerasan. Lebih lanjut, Menteri mengatakan Indonesia saat ini menjadi role model bagi negara-negara mayoritas muslim dalam memberikan perhatian terhadap peran kaum wanita dalam pembangunan.

Menteri Yembise menekankan target kementerian yang dipimpinnya untuk mewujudkan Indonesia terbebas dari tindak kekerasan khususnya terhadap kaum wanita dan anak-anak pada tahun 2030. Hal tersebut merupakan salah satu kerja keras yang perlu diwujudkan dan merupakan salah satu prioritas Kementerian PPPA yang saat ini juga sedang menggalakkan kampanye program “Three (3) Ends” yaitu End Violence Against Women and Children (Akhiri Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak), End Human Trafficking (Akhiri Perdagangan Manusia), End Barriers To Economic Justice (Akhiri Kesenjangan Ekonomi terhadap Perempuan).

Acara tatap muka mendapat sambutan yang baik dari warga masyarakat yang hadir. Kesempatan tatap muka juga dimanfaatkan oleh Menteri PPPA beserta Delegasi untuk melakukan diseminasi informasi mengenai perkembangan beserta capaian yang telah dilakukan oleh Pemerintah Indonesia dalam meningkatkan hak-hak kaum wanita. Beberapa isu yang ditanyakan oleh peserta antara lain mengenai pelatihan soft skill bagi wanita, program reaching out bagi anak-anak yang berada di Luar Negeri dan keterkaitan antara kesenjangan sosial dengan kesehatan wanita. Acara ditutup dengan ramah tamah Menteri Yembise dengan masyarakat yang hadir pada acara tersebut. Menteri Yembise memperoleh gelar Master of Arts (Education) dari SFU pada tahun 1994. Kesempatan tatap muka tersebut juga dimanfaatkan untuk temu kangen oleh beberapa anggota masyarakat yang telah mengenal Menteri Yembise pada saat beliau menjadi mahasiswa di Vancouver (Sumber: KJRI Vancouver).  

You may also like...