Kolaborasi KJRI dan ITPC Vancouver Kembali Sukses Menjaring Minat Pelaku Bisnis dari Surrey, BC


Surrey yang dikenal sebagai kota terbesar kedua di Provinsi British Columbia (BC), Kanada, setelah Vancouver. Dengan populasi penduduk yang mencapai 340 ribu jiwa, 43% diantaranya merupakan keturunan Asia, menjadikan Surrey merupakan salah satu kota dengan jumlah imigran terbesar di Kanada. Keberadaan para imigran Asia, yang sebagian besar diantaranya membuka usaha di berbagai sektor  dengan berbagai tingkatan, sangat menunjang perekonomian Provinsi BC. Pemahaman mengenai budaya Asia, kepemilikan modal yang kuat dan ketertarikan untuk mengembangkan bisnis di Asia, merupakan peluang bagi KJRI dan ITPC Vancouver pada saat menggagas kerja sama untuk mengadakan kegiatan promosi di Surrey.

Dikemas dalam format seminar dan trade show, pada tanggal 27 September 2017 KJRI dan ITPC Vancouver sukses menggandeng Surrey Board of Trade (SBOT) untuk menyelenggarakan acara Breakfast Forum dengan highlight pada promosi perdagangan, investasi dan pariwisata. Kolaborasi tiga institusi tersebut terbukti sukses menjaring minat pelaku usaha di Surrey untuk hadir di Guildford Golf and Country Club, Surrey. Adapun jumlah peserta yang hadir mencapai 70 orang, termasuk para pejabat pemerintah yaitu Erich Harvey (MP Kanada) dan Dave S. Hayer (MLA for Surrey Tynehead).

Kegiatan dibuka dengan remarks Konsul Jenderal RI Vancouver yang dibacakan oleh Konsul Ekonomi, Nina Kurnia Widhi yang menekankan 2 (dua) event besar yang akan berlangsung di Indonesia pada bulan Oktober 2017 yaitu Trade Expo Indonesia (TEI) di BSD City, Banten (11-15 Oktober 2017) dan Regional Investment Forum (RIF) on Tourism Industry di Padang (15-17 Oktober 2017). CEO of SBOT, Ms. Anita Huberman, menjadi pembicara kunci pada acara tersebut, sedangkan Executive Director Ministry of Jobs, Trade dan Technology, Mr. Henry Han menyampaikan remarks mewakili Pemerintah Provinsi BC. Informasi mengenai perekonomian Indonesia, kondisi perdagangan Indonesia-Kanada dan TEI disampaikan oleh Kepala ITPC Vancouver, Rafika Arfani, yang kemudian diikuti paparan oleh Kepala IIPC New York, Rahardjo Siswohartono yang menjelaskan mengenai investasi di Indonesia dan RIF, serta paparan mengenai potensi pariwisata Indonesia oleh Mr. Peter Langer dari Associated Media Group. Sesi paparan ditutup dengan presentasi mengenai success story dari Perusahaan BC di Indonesia yang disampaikan oleh Vice President Hatfield Consultant, Mr. Martin Davies.

Dalam kesempatan tersebut, KJRI menggandeng diaspora Indonesia yang memiliki usaha di Vancouver, untuk memamerkan produknya di tempat acara, diantaranya Omnita (batik), Casamia, Eksotika, Indigo Prima (home decor), Indofood, VITIC dan Nusa Coffee (makanan dan minuman). Dua tour operator, Silk Holidays dan Bestway Tour & Safaris juga berkesempatan menawarkan paket-paket wisata ke Indonesia yang disambut dengan antusias oleh para pengunjung. Selain itu, penyajian minuman kopi khas Indonesia oleh Nusa Coffee juga turut menambah antusias para pengunjung (Sumber: KJRI Vancouver).

You may also like...