Partisipasi KJRI Vancouver pada Seminar MIKTA di University of British Columbia


“Negara-negara MIKTA telah mengambil peran aktif dalam upaya memberikan solusi bagi berbagai tantangan global”, demikian sebagian pernyataan yang disampaikan oleh moderator seminar, Prof. Paul Evans, Institute Asia Research, dalam acara seminar bertajuk “Can Middle Powers save the World Order from Unravelling? : Challenges and views of MIKTA Countries and Canada” yang berlangsung di Sage Bistro, University of British Columbia, Vancouver, Kanada, tanggal 21 November 2017. MIKTA merupakan forum informal antara Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki dan Australia yang berdiri sejak tahun 2014 untuk membahas isu internasional yang menyangkut kepentingan bersama para negara-negara anggota.

Dihadapan sekitar 75 komunitas akademisi, para panelis dari Konsulat Jenderal Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki dan Konsulat Kehormatan Australia di Vancouver, serta beberapa profesor dan pemerhati politik dari UBC menyampaikan paparan mengenai peran MIKTA dalam politik global. Penyelenggaraan seminar tersebut merupakan kesempatan bagi publik dan kalangan akademisi Kanada untuk membuka cakrawala dalam memahami hubungan internasional yang saat ini mengalami perubahan dan peralihan kepada negara-negara yang dikategorikan sebagai middle power.     

Secara umum para peserta diskusi menilai peran middle power yang semakin mengemuka merupakan transisi yang diperlukan dalam mengatasi berbagai tantangan global dan banyak berharap peran ini dapat terus berkembang sebagai alternatif dari aktor-aktor hubungan internasional yang lazimnya didominasi oleh major power dan organisasi-organisasi internasional yang sudah mapan.  

Mewakili KJRI Vancouver, Konsul Afina Burhanuddin dalam diskusi menyampaikan bahwa negara-negara MIKTA merupakan key actor dalam lingkup regional masing-masing. Partisipasi Indonesia dalam MIKTA dapat turut mendorong perkembangan MIKTA mengingat Indonesia cukup aktif dalam menghasilkan gagasan yang merupakan kepentingan banyak negara.

Para peserta diskusi juga mengakui peran aktif Indonesia dalam konteks global seperti penyelenggaraan Interfaith Dialogue dan Bali Democracy Forum yang dicetuskan oleh Indonesia. Konsul Afina menambahkan dengan kepemimpinan Indonesia sebagai ketua MIKTA pada tahun 2018 mendatang, MIKTA akan terus menempuh soft power approach dan melakukan outreach dalam menjawab tantangan global terutama berkenaan dengan isu perdamaian, counter terrorism dan pembangunan ekonomi. (KJRI Vancouver)

You may also like...