Kolaborasi Apik Seniman Palu dengan Siswa Seni School for Temporary Arts di Vancouver


Bahasa/English

Pada tgl 21 Maret 2018, para siswa kelas gamelan School for Contemporary Arts pada Simon Fraser University (SFU) Vancouver memperoleh pengalaman unik dan langka ketika berkesempatan untuk melakukan kolaborasi dengan seniman asal Sulawesi Tengah, Smiet Abdul Hamied, yang berada di Vancouver dalam rangkaian coaching clinic dengan seniman di wilayah Kanada Bagian Barat.   

Kolaborasi menampilkan dua tarian yakni Tari Salonde yang melibatkan 7 pemusik dan 7 penari serta Tari Topeaju yang menampilkan 13 pemusik dan 9 penari.  Tari Salonde merupakan kesatuan musik dan gerak yang dilakukan pada acara ritual Balia memiliki latar belakang historis sebagai media bagi tujuan pengobatan. Dalam tari ini Smiet Abdul Hamied menggunakan seruling Lalove yang diiringi tabuhan gendang asal Sulawesi Tengah yang dinamakan Gimba serta gong dari gamelan Jawa. Menurut Smiet gerakan pada Tari Salonde dilakukan sebagai ungkapan syukur pada sang maha pencipta dan juga sekaligus mengungkapkan ekspresi kegembiraan karena berkumpul  kerabat yang terlibat dalam proses ritual.

Kolaborasi kedua menampilkan Tari Topeaju, sebagai bentuk seni gerak dan musik yang bernuansa dinamis. Menurut penuturan Smiet, tari ini untuk menggambarkan perayaan yang secara historis sebagai ungkapan sebagai rasa syukur atas datangnya kerabat yang berjasa/tibanya tamu penting memberikan berkah dan kemakmuran kepada masyarakat.

Instruktur kelas gamelan SFU, Sutrisno Hartana, menerangkan bahwa kesempatan kolaborasi ini akan memberikan kesan yang positif bagi para siswa gamelan untuk memahami lebih banyak khasanah musik dan tari Indonesia. Kolaborasi diakhiri dengan ungkapan apresiasi dari para siswa terhadap kesempatan untuk mempelajari seni musik dan tari asal Sulawesi Tengah yang akan mendukung kelestarian seni dan budaya Indonesia di wilayah Kanada Bagian Barat.

You may also like...