Konser di Vancouver Hantarkan Gamelan Indonesia ke Panggung Internasional


“Menakjubkan, penampilan musik gamelan selalu membuat saya merasa tenang dan damai”, demikian penuturan Jeff Curtis, salah seorang penikmat musik ketika ditanya mengenai kesannya dalam mengikuti Konser Gamelan di Roundhouse Community Center, Vancouver. Konser yang berlangsung selama 2  hari, trgl 26 dan 27 April tersebut merupakan salah satu pagelaran musik gamelan yang cukup besar, selama 23 hari penyelenggaraan tercatat sekitar 350 pengunjung dan melibatkan 5 kelompok gamelan serta sekitar 64 seniman yang sebagian besar merupakan masyarakat setempat.

Jeff Curtis bukan satu-satunya pengunjung yang berpandangan demikian, sebagian besar masyarakat dimanjakan dengan alunan komposisi memikat yang dimainkan oleh para pemusik gamelan. Pada hari pertama para pengunjung disuguhi penampilan Gamelan Jawa oleh kelompok Alligator Joy serta gamelan kontemporer oleh kelompok Beledrone dan Si Pawit. Sedangkan ada hari kedua menampilkan alunan gamelan klasik Bali oleh kelompok Gita Asmara dan alunan kontemporer oleh kelompok Bike-Bike.

Konsul Jenderal RI Vancouver, Dr. Tuti Wahyuningsih Irman, dalam sambutan pembukanya pada hari pertama penyelenggaraan konser menyampaikan bahwa publik di Vancouver sangat beruntung karena kota tersebut merupakan salah pusat pengembangan seni gamelan di Amerika Utara. Dengan predikat tersebut publik di Vancouver memiliki banyak kesempatan untuk menikmati berbagai variasi alunan musik gamelan baik klasik maupun kontemporer.      

Konsul Jenderal dalam sambutan penutupnya memberikan apresiasi kepada para penyelenggara konser dan seniman setempat termasuk seniman Indonesia yakni Dr. Sutrisno Hartana, I Putu Gede Sukaryana (Balot) dan Smiet Abdul Hamid yang telah menghantarkan seni gamelan Indonesia ke panggung internasional.

KJRI Vancouver sejak awal mendukung penyelenggaraan konser gamelan di Vancouver dan bersama pihak penyelenggara memanfaatkan kegiatan tersebut untuk mempromosikan Indonesia antara lain melalui penyampaian presentasi pariwisata Indonesia pada hari pertama oleh travel writer, Peter Langer. Penjualan kuliner Indonesia yang menyajikan menu sate ayam, rendang, mie goreng dan nasi kuning di lokasi konser selama 2  hari penyelenggaraan konser juga turut mendorong minat masyarakat setempat untuk hadir. (Sumber: KJRI Vancouver)

You may also like...