Partisipasi Indonesia pada Festival Budaya dan Kuliner Terbesar di Kota Surrey, Provinsi BC, Kanada


Musim panas di Kanada dapat dikatakan identik dengan kemeriahan festival, dimana berbagai kota di Kanada memanfaatkan cuaca yang hangat dan cerah dengan berbagai kegiatan di udara terbuka termasuk diantaranya festival seni budaya. Tahun ini Indonesia kembali berpartisipasi dalam festival seni budaya, kuliner dan musik di Surrey, kota terbesar kedua di wilayah Metro Vancouver.

Surrey Fusion Festival, festival tahunan yang melambangkan multikulturalisme dan keragaman di Provinsi British Columbia (BC), Kanada, merupakan ajang yang paling tepat untuk meningkatkan pemahaham kepada masyarakat Kanada mengenai Indonesia melalui promosi produk, seni budaya, pariwisata dan kuliner Indonesia. Paviliun Indonesia pada festival kali ini semarak dan meriah dengan ornamen seperti payung Bali dan dekorasi kain merah putih.

Pada Surrey Fusion Festival 2018 ini, Indonesia membuka 2 paviliun yaitu paviliun produk dan kuliner Indonesia. Untuk paviliun produk, KJRI Vancouver mengikutsertakan Dharma Wanita Persatuan KJRI Vancouver, serta beberapa vendor produk yakni Indofood (mie instan), Eksotika Design dan Bella’s Batix yang menjual berbagai produk batik, aksesoris dan produk-produk kerajinan khas Indonesia. Paviliun kedua menjajakan kuliner otentik Indonesia yang berhasil menjadi favorit pengunjung. Hal ini dibuktikan dengan antrian panjang di depan paviliun kuliner Indonesia yang tahun ini menyediakan sate ayam, mie goreng, nasi kuning dan minuman soda gembira. Antusiasme masyarakat terhadap kuliner Indonesia sangat tinggi sehingga tidak kurang dari 5000 tusuk sate habis terjual dalam 2 hari penyelengaraan festival.

Indonesia turut menjadi bagian dari kemeriahan Surrey Fusion Festival tahun ini dengan penampilan tari tradisional di Shaw Dance Stage. Grup tari KJRI Vancouver yang terdiri atas 8 (delapan) pelajar dan diaspora Indonesia menampilkan Tari Merak (Jawa Barat), Tari Topeng (Cirebon) dan Tari Ronggeng Manis (Betawi) mendapat apresiasi yang cukup baik dari masyarakat setempat yang penuh semangat, menampilkan kekompakan serta keunikan tersendiri.

Tidak kurang dari 80.000 pengunjung memadati Holland Park dalam 2 hari penyelenggaraan festival. Selain Indonesia, total 53 partisipan dari beberapa negara dan entitas antara lain Afghanistan, Albania, Argentina, Afrika Selatan, Barbados, Bolivia, Brazil, Chile, Colombia, Cuba, Ekuador, El Savador, Filipina, Fiji, Ghana, Guatemala, Haiti, Honduras, Hong Kong, Inggris, India, Italia, Jerman, Jamaika, Jepang, Kazakhstan, Kenya, Kanada, Korea, Kolombia, Meksiko, Nigeria, Nepal, Pakistan, Palestina, Peru, Perancis, Portugal, Rusia, Sudan Selatan, Sri Lanka, Taiwan, Thailand, Trinidad dan Tobago, Tiongkok, Togo, Ukraina, Vietnam, Venezuela, Yunani, Zambia, Komunitas Vietnam Kanada dan kelompok masyarakat First Nations – Indigenous Village. (Sumber: KJRI Vancouver)

You may also like...