Sukses Besar Kuliner Lunch Series: Gado-gado dan Soto Betawi


Konsulat Jenderal RI (KJRI) Vancouver, bekerja sama dengan Diaspora Indonesia, Sdr. Henri William, pemilik Restoran The Holy Crab, Ibu Liza Wajong dari Nusa Coffee, Sdr. Matthew Riyanto dari Permai BC, Sdr. Richard Chen dari Tempea dan Chef Djaka Putra dari Refection Dining serta Chef Lulu, dengan mengusung nama “Kuliner” sebagai media promosi kuliner Indonesia, telah sukses menyelenggarakan Kuliner Lunch Series pertama pada tanggal 28 Maret 2019 di Restoran The Holy Crab, Vancouver, Canada.

Konsul Jenderal RI Vancouver, Dr. Tuti Irman, yang secara langsung membuka acara dan menemani para pengunjung menikmati  makanan Indonesia, menyampaikan apresiasi kepada pengunjung yang sudah jauh-jauh datang dari luar kota seperti dari Victoria, khusus untuk menikmati makanan Indonesia.  Program Kuliner Lunch Series merupakan kesempatan untuk terus menghadirkan masakan Indonesia yang memang masih sangat sulit ditemui di Vancouver dan sekitarnya. Untuk itu, Kuliner Lunch Series akan dilaksanakan sepanjang tahun 2019, agar lebih banyak penduduk yang dapat menikmati kuliner Indonesia.

Menu yang disajikan hari ini adalah Gado-gado dan Soto Betawi, ditutup dengan kue ubi ditemani teh celup Sosro dan Tong Tji. Menu khas Betawi dipilih oleh Kuliner mengawali promosi kuliner karena ingin memperkenalkan makanan khas Ibu Kota Indonesia dan akan dilanjutkan dengan menu-menu dari 34 Provinsi Indonesia yang masing-masing memiliki ke-khasan tersendiri a.l. Nasi goreng dan Rendang.

Peserta Kuliner Lunch Series terdiri dari penduduk setempat yang membeli tiket secara online dan beberapa tamu KJRI Vancouver yang terdiri dari Pemerintah Kota Kanada, Pelaku Bisnis, tour operator, travel writer dan beberapa media a.l. Georgia Straight, CBC Radio dan Vanfoodies. Kesuksesan terlihat dari oversold ticket yang ditargetkan 80 orang menjadi 130 pengunjung, belum termasuk waiting list yang dijanjikan akan dapat diakomodir pada event berikutnya.

Kegiatan seperti ini diyakini dapat mendorong peningkatan kerja sama baik dalam bidang budaya, pariwisata maupun perdagangan dan investasi. (Sumber : KJRI Vancouver).​

You may also like...